SELAMAT DATANG DI BLOG PENDIDIKAN DAN HIBURAN... HARIS FILES

KALENDER HIJRIYAH

Jumat, 04 Juni 2010

RSBI Diskusi terkait Tingginya Biaya Masuk Sekolah

Kementerian Pendidikan Nasional akan mengumpulkan 1.O15 kepala sekolah dan pengelola sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) untuk berdiskusi terkait tingginya biaya masuk sekolah yang dikeluhkan masyarakat luas.

"Kami akan mengundang kepala sekolah RSBI dan SBI untuk berdialog seiring dengan banyak keluhan masyarakat akan tingginya biaya masuk ke sekolah RSBI dan SBI," kata Dirjen Manajamen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Kemdiknas, Suyanto kepada pers di Jakarta, Senin (31/5/2010).

Tingginya biaya masuk ke sekolah RSBI dan SBI sehingga terkesan hanya bisa diakses oleh orang mampu saja, katanya.

Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan berupaya mencari solusi dengan mengundang kepala sekolah RSBI, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengevaluasi biaya masuk ke RSBI pada pekan ini, katanya.

Suyanto mengatakan evaluasi akan dilakukan terhadap sekolah RSBI yang tersebar di seluruh Indonesia menyangkut aspek kualitas, fasilitas, tenaga pengajar, dan akses bagi anak pintar tetapi tidak mampu secara ekonomi. Selain itu juga aspek kemampuan sekolah dalam menghasilkan peserta didik yang mampu menjadi juara.

"Dari segi pengajar, sudah berapa guru yang bergelar S2. Demikian pula dari segi siswa, apakah hanya anak yang mampu secara ekonomi yang bisa mengakses sekolah ini," katanya.

Ia mengatakan, RSBI seharusnya tidak boleh memungut biaya yang mahal, karena Kemendiknas sudah mensubsidi sebesar 20 persen dari anggaran pendidikan.

Karena itu, RSBI harus transparan dan akuntabel terkait masalah pengelolaan subsidi tersebut. "Yang harus digaris bawahi, biaya RSBI itu sesuai kesepakatan antara orang tua dan sekolah yang telah dibicarakan komite sekolah, siapa-siapa saja yang sanggup menyumbang".

Namun demikian, ujar Suyanto, tetap menjadi catatan bahwa pemerintah selama ini sudah memberikan subsidi berupa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat SD dan SMP untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun.

"Akan tetapi, ada juga sekolah yang menolak Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya sekolah swasta. Pasalnya, jika sekolah menerima BOS untuk SD dan SMP, pihak sekolah tidak boleh memungut biaya pendidikan kepada orang tua murid," katanya.(Berita8)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar